Jumat, 03 Desember 2010

Dan akhirnya perjalanan itu dimulai....

Hmmmmmmm.....
Rasanya seperti mau meledak....
Sungguh sesak sekali dada ini, semua rasa menyerbu. Satu per satu tapi tanpa jedah hingga belum sempat saya bernafas, saya sudah disibukkan dengan rasa yg baru, bertubi tubi rasanya. Dan saya ingin teriak sekencang kencangnya, ingin sekali menangis sejadi jadinya, lalu kemudian ingin tersenyum seindah mungkin sebelum pada akhirnya saya tertawa bahagia. Karena inilah hidup yang ingin saya tempuh selama ini, Tapi sungguh diluar yang saya duga, rasanya ini terlalu mahal untuk saya bayar dengan keluarga, kekasih, sahabat dan teman-teman bahkan ldengan ingkungan yg sudah merekat erat di hidup saya. Tapi apa daya, saya sudah berniat, berencana dan bahkan sudah memilih. Jadi ketika kesempatan itu datang kenapa harus saya lepas hanya karena gelar manja yang bersemayam dalam diri.

Bersabarlah....
Ini hanya rasa yg meledak di awal perjalananmu, ini juga adalah godaan yang sedang menguji seberapa besar kau teguh pada keputusanmu, ini adalah pembuktian pada dirimu sendiri sesanggup apa kau bertanggung jawab pada dirimu sendiri dan membahgiakan dirimu sendiri disaat kau jauh dari orang-orang terkasih, seberapa setiamu pada janji yang kau ikat dengan Dia yang kau pilih sebagai teman hati, seberapa kuat kau menghadapi perjalannanmu -yg mungkin kau pikir ini adalah perkara mudah namun ketahuilah ini sungguh akan sangat sulit untukmu nett-. Tapi jika kau mau sedikit bersabar dan menikmati setiap apa yang kau rasa, entah itu sedih atau perih bahkan mungkin sepi yg nantinya akan terasa seperti ingin membunuh sungguh ini akan lebih indah dari sekedar yang kau bayangkan nett.

Dan untuk semua rasa yang telah hadir menemani kepergian saya, saya ucapkan selamat datang, silahkan kau acak-acak hati ini, ketahuilah bahwa ini tidak akan membuat saya menyerah.

Dan untuk Dia yang kepadanya telah saya titipkan hati ini...
Percayalah jarak ini tidak akan membuat saya berubah ataupun melupakanmu, Tetap ingin kau percaya dan dengan sedianya bersabar untuk menanti kepulangan saya,dan tetap akan saya jaminkan ketika saya pulang nanti tak ada sedikitpun rasa yang terlupa atau berubah, semua masih akan tetap sama dan semakin dalam, semua masih tentangmu.....
Tetaplah setia pada janji yang telah kita ucap dan pada rindu yang merekat antara kau dan aku. aku, kamu, ah aku lupa bukan itu, tapi KITA ya kita pasti bisa melewati ini dengan saling percaya, jagalah pelangiku karena suatu hari nanti aku akan kembali untuk melihatnya, apa saja yg kau lukis, awarna apa yg paling dominan disana. Percaya lah bahwa Bahagia itu juga milik KITA..... :))

Tuhan...
Saya mulai ini dengan niat yang baik, maka baikkan lah semua yang akan saya lewati dan yang akan saya dapati. Apapun itu.

Bismillah.....
Inilah awal perjalananku....
Bengkulu kau yang bersedia menjemputku, mengeluarkan aku dari sarangku untuk pertama kalinya. Semoga bisa bisa menjadi teman baik.
Palembang saya titipkan semua yang terkasih padamu, jagalah mereka sampai aku pulang, dan aku berjanji aku akan merindukanmu, merindukan Dia, merindukan mereka dan semuanya...!!

*dalam euforia campur aduk, hujan kembali menemani, membekukan hati hingga dingin yg tak terperi. Dan saya bersiap untuk dunia yang baru, yang saya pilih untuk menutup akhir tahun ini*

Senin, 01 November 2010

Ingin Pergiii... Jauhhh... Dan Menghilang !!

Tiba tiba terlintas pikir untuk pergi...
menjauh.....
lalu kemudian menghilang.....

Hey siapapun anda, tolong bawalah saya kemanapun, ketempat dimana saya tidak akan ditemukan oleh siapapun....
Ketempat dimana saya tidak perlu berfikir terlalu banyak, ketempat dimana saya bisa bernafas dengan lega, ketempat dimana saya tidak perlu bingung untuk menjadi baik atau buruk, ketempat yg tak terjangkau oleh apapun dan siapapun.

Aih ini benar benar membuat saya nyaris gila. Saya lupa bagaimana cara bernafas dgn baik, bingung bagaimana tersenyum dan bicara seperti biasanya, saya sepertinya mulai tertatih sendiri melewati siluet pikiran pikiran saya yang sibuk bersaling silang.

Beri saya opsi, tolong beri saya opsi untuk menghapus, dimana letak tombol tombol itu???
escape, delete atau backspace???? dimana mereka???? saya membutuhkannya sekarang....

Atau haruskah saya simpan ini dengan mengabaikannya dan meletakkannya dalam memori saya yg paling dasar.

Berbagi. Saya ingin sekali membagi ini, tapi kepada siapa??? siapa orang yg paling tepat untuk mendengarkan ini??? Tidak. tidak seorangpun mungkin... Saya tidak bisa membayangkan reaksi apa yg akan mereka berikan setelah mendengar ini semua, Tidak. Saya tidak sanggup bahkan untuk membayangkan jika efeknya akan menjadi buruk, untuk saya dan mereka tentunya.

Dan akhirnya memilih untuk diam dan sungguh dalam diam itu ingin sekali saya hilang dan tak tertemukan. seandainya saja semua bisa sesimpel yang saya harapkan, tentu tidak akan menjadi seperti ini.

Silahkan dinikmati net.....
Ini menu kamu diawal november, biarkan mereka bercampur sesuka mereka....
Tertawalah saat bahagia meraja...
Dan menangislah saat sedih tak terelakkan....



*Awal november, saat hati mulai bergemuruh,sepertinya akan ada badai , bersiaplah, lindungi pelangimu karena ini akan sulit untukmu, dan tentunya kau tetap berhak atas pilihan2 yang semestinya kau ambil. #semoga tidak menjadi gila saat menyadari kalau tak ada pilihan untuk pergi dan menghilang#

Sungguh terlepas dari semua ini, saya tidak ingin menyakiti siapapun, saya tidak ingin menjadi jahat dan lebih buruk........ :)

Ingin Pergiii...

Senin, 25 Oktober 2010

Ingin selamanya....

Ah akhirnya berhasil melewati bulan pertama.
Awesome.... !!!!
Ini hebat net. Akhirnya kamu bisa bertahan dengan keyakinan yang luar biasa ini. Sulit memang, mengingat saya yang mudah sekali bosan dan malas untuk berkomitmen. Tapi kali ini kamu patrikan janji bahwa harus ada satu tahun dan tahun tahun berikutnya bersamanya.

Nyaman. Mungkin itu yang dia berikan. Ya, yang saya tahu hanya itu, ada didekatnya saya merasa nyaman dan aman. dia laki laki baik untuk ukuran lakilaki yang pernah saya kenal sebelumnya. Saya tahu bersamanya saya akan bahagia, saya akan menjadi wanita seutuhnya dicintai dan dihargai. Bukan karena siapa saya tapi karena dia menyayangi saya, karena saya berarti untuk dia.-Semoga apa yang saya pikirkan ini benar-

Yakin ini belum sepenuhnya, saya tahu masih terlalu dini untuk bilang ini yang terakhir, tapi yakin ini membawa saya pada satu keputusan bahwa untuk sekarang Dia lah yang saya mau jadikan teman berbagi dan melewati setiap detik yang saya punya, dan saya pun berani berbisik bahwa saya ingin ini tidak sampai disini saja tapi akan seterusnya, dan semoga selamanya.....

Ah dia benar benar membuat saya gila. Saya nyaris lupa siapa saya ini. Tapi tidak apa apa ,toh saya menikmati setiap perubahan yang saya alami, tentu ini bukan karena dia sepenuhnya, tapi karena saya ingin melakukannya dan saya rasa ini baik adanya untuk saya dan dia.

Saya menyayanginya Tuhan, jagalah dia agar tetap menjadi lakilaki baik untuk saya. Jauhkan dia dari semua hal yang bisa membuatnya berubah. Sungguh tak ingin dia pergi. Semoga saya juga bisa menjadi yang terbaik untuknya.

- 7 Oktober, untuk bulan pertama dan bunga pertama, kamu kembali membuat saya meyakinkan hati dan mengikis ragu. Semoga ini benar benar baik adanya.... ^^ -

Senin, 18 Oktober 2010

Dan penantian itupun usai _@ 7 sept 2010_

Maaf jika ini tersimpan terlalu lama dan terdengar basi untuk dibagi sekarang, saya terlampau bahagia atau lebih tepatnya terlalu sibuk menikmati kebahagiaan ini. Dan untuk tahun ke 23, 7 september kembali membuat sejarah, Memberi kesempatan dan membuka jalan.

Kado....
Saya berani menyebutnya kado terindah di hari ulang tahun saya kali ini. Sungguh ini bukan perkara mudah, ini langkah besar buat saya. Aneh memang. Saya seperti tidak mengenal diri saya sekarang. Saya putuskan menerima kamu masuk kedalam hidup saya. Saya berniat membagi dunia saya dengan kamu, berbagi cerita, mengukir kisah dan saling berjanji. Tentu ini bukan tanpa alasan. Ya, sudah begitu lama saya atau lebih tepatnya hati saya memilih kamu. Hati ini tercuri dan dunia saya pun mulai terusik oleh kehadiran kamu.

Meski kamu bilang kamu menyukai saya lebih dulu tapi saya rasa saya lah yang lebih dulu diam diam menyukaimu. Kamu juga bilang, jika apa yang kamu rasa jauh lebih besar dari apa yang saya rasa, itu juga salah. saya paham betul dengan diri saya, belum pernah saya merasa seperti ini. Begitu percaya bahwa apa yang saya rasakan sekarang benar adanya, memilih kamu untuk menemani hari hari saya, meyakini bahwa kamu adalah lakilaki baik untuk saya dan berjanji pada diri sendiri bahwa saya tidak ingin membuatmu terluka. Sungguh ini di luar akal sehat saya. Tapi saya yakin inilah yang ingin saya jalani, kamulah yang saya pilih, dan ini benar adanya. Dan kalaupun suatu hari nanti terbukti bahwa feeling saya sebagai perempuan ini meleset ternyata ini adalah sebuah kesalahan saya tidak perduli. Saya tetap ingin menjalaninya dan menikmati kesalahan ini bersamamu.

Sungguh kamu dan apa yang saya rasa saat ini benar benar kado terindah untuk saya....
Belum pernah saya merasa sebahagia ini...
Ingin tetap seperti ini selamanya.....
Maka dari itu, padamu lah saya titipkan hati ini, bersediakah kau menjaganya, lukislah pelangi disana karena apa yang kau lukis itulah yang akan saya rasakan.

7 September, Dalam guyuran hujan, aku dan kamu, sepakat menjadi kita.

Ah saya sepertinya benar benar sedang jatuh cinta... :)

Rabu, 01 September 2010

Ini bukan tentang hitung hitungan bung...

Siapa yang harus saya salahkan jika yang membuat mu ragu selama ini adalah dirimu sendiri, tapi tidakkah kau mencoba mengingat bahwa saya sejak awal sudah mendeklarasikan secara jelas bahwa tidak akan ada diskriminasi sosial dalam perjalanan ini.
Saya menerima kamu apa adanya. titik. Seperti halnya saya yg juga ingin kamu terima dengan apa adanya saya. Ah ayolah... harus dengan bahasa apa saya sampaikan kepadamu, harus dengan cara apa agar kamu tahu bahwa ini bukan soal hitung hitungan tapi soal hati, soal saya dan kamu, soal cinta yang entah bagaimana saya yakin kamu juga merasakannya. Tapi apa yang membuat mu ragu? Toh saya juga punya rasa yang sama.
Saya tidak perduli dengan semua yang kau sebut berbeda atau apalah itu namanya, yang saya tau hanyalah bahwa hati ini memilih kamu tanpa syarat... Ya, tanpa syarat!!!!.
Ah kamu benar benar sudah mati rasa tampaknya, dan saya mulai membenci diri saya mengapa dengan mudah menitipkan hati pada lelaki yang berhati beku seperti dirimu.

Dengar! !!!

ini bukan tentang hitung hitungan bung.....

Ini cuma tentang hati....

tentang saya yang begitu menggilai kamu...

dan tentang kamu yang membeku........

Senin, 30 Agustus 2010

Tentang rasa ini

Ini yang saya benci menjadi seorang perempuan...........
Saya tidak suka jika hati saya mulai terusik oleh makhluk yg mereka sebut laki laki. Ah saya benar benar tidak menyukai ini. Saya mulai bersimpatik. Hati saya terusik dan rasa itu kemudian menggelitik. Apa ini yang mereka sebut jatuh cinta. Ah benar juga saya sedang jatuh cinta........

Tapi apa yang salah dengan perasaan ini, toh pada kodratnya saya memang boleh jatuh cinta, tapi masalahnya mungkin saya sudah salah memilih orang. Tapi ironinya yang memilih kan bukan saya tapi hati. Hati yang tanpa kompromi lebih dulu telah meilih dia untuk saya cintai. Dia yang mungkin tak pernah bergeming sedikit pun, dia yang mungkin tidak pernah menyadari saya ada dengan ribuan pengharapan. Kenapa cinta begitu rumit. Kenapa hati tak mau bernegosiasi.

Saya benci dengan mata itu, mata yg sudah merenggut hati dan akal sehat saya. mata yang sudah menjadikan saya sebagai perempuan paling bego yang pernah ada. Saya mencintai kamu yang tak berhati, kamu yang sama sekali tak merasa. Apa hati itu sudah terlalu beku atau memang pintunya sudah kau tutup untuk perempuan lain kecuali dia yang kau tunggu. Ah kau terlalu egois bung.

Lalu apa yang membuat mu ragu????
kau sebut ini dengan perbedaan. Apa yang berbeda??? kau lelaki dan aku perempuan??? bukankah itu sudah sepantasnya, apa lagi??? usia??? Gender?? atau apa???
Ayolah... saya tidak pernah perduli dengan itu, benar benar tidak perduli dengan semua yang kau sebut dengan perbedaan atau apalah itu namanya. Saya hanya tahu satu hal.... Bahwa hati ini sudah meilih mu tanpa syarat.... Ya, tanpa syarat...........!!!!!!!!!

Lalu kenapa kau masih meragu.........?????????
Tidak pantas kah aku untuk menjadi bagian dalam hidupmu.......???
Hey tidakkah ingin kau sambut uluran tanganku ini??? jika memang kau tak sanggup menuntunku maka jangan kau lakukan toh aku juga tidak akan memaksa kau untuk menuntunku, cukup kau gamit saja tangan ini dan kita akan berjalan seiring. Sederhana bukan???

Ah apa saya memang tidak boleh dicintai oleh lelaki yang saya cintai???
saya hanya inginkan dia yang saya mau, tidak lebih Tuhan...
saya tidak meminta banyak. Saya hanya menginginkan dia yang telah merenggut hati ini dengan matanya, karena dengan dia lah saya percayakan hati ini..........

di akhir agustus saat cinta dan kecewa berlomba melukiskan warnanya di duniaku*