Klise kalau jawabannya adalah kebahagiaan toh pada hakikatnya saya tidak bisa menemukan batas limit bahagia itu sendiri. Dan pada akhirnya pun saya harus menyerah pada keadaan bahwa saya juga membutuhkan Dia -yg masih saya cari- juga karier yg tentunya tidak mungkin saya lepas begitu saja. Ah jenuh itu selalu datang dan memaksa saya untuk menyerah, seandainya saja hidup bisa sebebas yg saya inginkan. ingin sekali rasanya saya mengacuhkan semua...
akan ada pertimbangan2 yg hadir ketika pilihan untuk menyerah itu datang...
Bahwa saya adalah seorang anak yg bertanggung jawab pd nama baik keluarga yg tentunya mereka tidak mau punya anak yg pengangguran, belum lagi beban moril pada diri sendiri karena dua huruf yg disandang dibelakang nama mau tidak mau harus diorientasikan pd tempatnya. Bahwa saya adalah wanita yg ternyata sangat rapuh walaupun saya merasa sangat sanggup melewati semuanya sendiri, tapi pada kenyataanya saya juga membutuhkan pengakuan sebagai seorang wanita, saya juga ingin diperlakukan sebagai wanita, ingin dgandeng, ingin ditemani belanja dan ke salon, ingin berbagi dan bercerita bersama.
Dan untuk itu pun saya rasa saya masih pantas untuk jatuh cinta, merasa mencintai dan dicintai, bukan hanya sekedar dipuja oleh banyak lelaki tapi saya hanya ingin diakui dan diterima bahwa inilah saya dengan dunia saya yg sangat apa adanya...........
Namun meski begitu saya percaya bahwa Tuhan bukan nya kejam . dia hanya sedang menguji kesabaran saya, toh pd akhirnya semua yg saya khawatirkan sekarang akan terjawab dan akan indah nanti pada waktunya.
akan ada pertimbangan2 yg hadir ketika pilihan untuk menyerah itu datang...
Bahwa saya adalah seorang anak yg bertanggung jawab pd nama baik keluarga yg tentunya mereka tidak mau punya anak yg pengangguran, belum lagi beban moril pada diri sendiri karena dua huruf yg disandang dibelakang nama mau tidak mau harus diorientasikan pd tempatnya. Bahwa saya adalah wanita yg ternyata sangat rapuh walaupun saya merasa sangat sanggup melewati semuanya sendiri, tapi pada kenyataanya saya juga membutuhkan pengakuan sebagai seorang wanita, saya juga ingin diperlakukan sebagai wanita, ingin dgandeng, ingin ditemani belanja dan ke salon, ingin berbagi dan bercerita bersama.
Dan untuk itu pun saya rasa saya masih pantas untuk jatuh cinta, merasa mencintai dan dicintai, bukan hanya sekedar dipuja oleh banyak lelaki tapi saya hanya ingin diakui dan diterima bahwa inilah saya dengan dunia saya yg sangat apa adanya...........
Namun meski begitu saya percaya bahwa Tuhan bukan nya kejam . dia hanya sedang menguji kesabaran saya, toh pd akhirnya semua yg saya khawatirkan sekarang akan terjawab dan akan indah nanti pada waktunya.