Saya tidak suka jika hati saya mulai terusik oleh makhluk yg mereka sebut laki laki. Ah saya benar benar tidak menyukai ini. Saya mulai bersimpatik. Hati saya terusik dan rasa itu kemudian menggelitik. Apa ini yang mereka sebut jatuh cinta. Ah benar juga saya sedang jatuh cinta........
Tapi apa yang salah dengan perasaan ini, toh pada kodratnya saya memang boleh jatuh cinta, tapi masalahnya mungkin saya sudah salah memilih orang. Tapi ironinya yang memilih kan bukan saya tapi hati. Hati yang tanpa kompromi lebih dulu telah meilih dia untuk saya cintai. Dia yang mungkin tak pernah bergeming sedikit pun, dia yang mungkin tidak pernah menyadari saya ada dengan ribuan pengharapan. Kenapa cinta begitu rumit. Kenapa hati tak mau bernegosiasi.
Saya benci dengan mata itu, mata yg sudah merenggut hati dan akal sehat saya. mata yang sudah menjadikan saya sebagai perempuan paling bego yang pernah ada. Saya mencintai kamu yang tak berhati, kamu yang sama sekali tak merasa. Apa hati itu sudah terlalu beku atau memang pintunya sudah kau tutup untuk perempuan lain kecuali dia yang kau tunggu. Ah kau terlalu egois bung.
Lalu apa yang membuat mu ragu????
kau sebut ini dengan perbedaan. Apa yang berbeda??? kau lelaki dan aku perempuan??? bukankah itu sudah sepantasnya, apa lagi??? usia??? Gender?? atau apa???
Ayolah... saya tidak pernah perduli dengan itu, benar benar tidak perduli dengan semua yang kau sebut dengan perbedaan atau apalah itu namanya. Saya hanya tahu satu hal.... Bahwa hati ini sudah meilih mu tanpa syarat.... Ya, tanpa syarat...........!!!!!!!!!
Lalu kenapa kau masih meragu.........?????????
Tidak pantas kah aku untuk menjadi bagian dalam hidupmu.......???
Hey tidakkah ingin kau sambut uluran tanganku ini??? jika memang kau tak sanggup menuntunku maka jangan kau lakukan toh aku juga tidak akan memaksa kau untuk menuntunku, cukup kau gamit saja tangan ini dan kita akan berjalan seiring. Sederhana bukan???
Ah apa saya memang tidak boleh dicintai oleh lelaki yang saya cintai???
saya hanya inginkan dia yang saya mau, tidak lebih Tuhan...
saya tidak meminta banyak. Saya hanya menginginkan dia yang telah merenggut hati ini dengan matanya, karena dengan dia lah saya percayakan hati ini..........
di akhir agustus saat cinta dan kecewa berlomba melukiskan warnanya di duniaku*
Tapi apa yang salah dengan perasaan ini, toh pada kodratnya saya memang boleh jatuh cinta, tapi masalahnya mungkin saya sudah salah memilih orang. Tapi ironinya yang memilih kan bukan saya tapi hati. Hati yang tanpa kompromi lebih dulu telah meilih dia untuk saya cintai. Dia yang mungkin tak pernah bergeming sedikit pun, dia yang mungkin tidak pernah menyadari saya ada dengan ribuan pengharapan. Kenapa cinta begitu rumit. Kenapa hati tak mau bernegosiasi.
Saya benci dengan mata itu, mata yg sudah merenggut hati dan akal sehat saya. mata yang sudah menjadikan saya sebagai perempuan paling bego yang pernah ada. Saya mencintai kamu yang tak berhati, kamu yang sama sekali tak merasa. Apa hati itu sudah terlalu beku atau memang pintunya sudah kau tutup untuk perempuan lain kecuali dia yang kau tunggu. Ah kau terlalu egois bung.
Lalu apa yang membuat mu ragu????
kau sebut ini dengan perbedaan. Apa yang berbeda??? kau lelaki dan aku perempuan??? bukankah itu sudah sepantasnya, apa lagi??? usia??? Gender?? atau apa???
Ayolah... saya tidak pernah perduli dengan itu, benar benar tidak perduli dengan semua yang kau sebut dengan perbedaan atau apalah itu namanya. Saya hanya tahu satu hal.... Bahwa hati ini sudah meilih mu tanpa syarat.... Ya, tanpa syarat...........!!!!!!!!!
Lalu kenapa kau masih meragu.........?????????
Tidak pantas kah aku untuk menjadi bagian dalam hidupmu.......???
Hey tidakkah ingin kau sambut uluran tanganku ini??? jika memang kau tak sanggup menuntunku maka jangan kau lakukan toh aku juga tidak akan memaksa kau untuk menuntunku, cukup kau gamit saja tangan ini dan kita akan berjalan seiring. Sederhana bukan???
Ah apa saya memang tidak boleh dicintai oleh lelaki yang saya cintai???
saya hanya inginkan dia yang saya mau, tidak lebih Tuhan...
saya tidak meminta banyak. Saya hanya menginginkan dia yang telah merenggut hati ini dengan matanya, karena dengan dia lah saya percayakan hati ini..........
di akhir agustus saat cinta dan kecewa berlomba melukiskan warnanya di duniaku*